Maha suci dengan segala firmannya itulah yang dapat saya ambil dari kisah ini.
Kisah ini saya alami sendiri ketika saya berdinas di salah satu rumah sakit saat saya masih berstatus mahasiswa kebetulan saya praktik di ruang igd rmh sakit tersebut. suatu hari datanglah seorang nenek yang diantar oleh keluarganya setelah dilakukan pemeriksaan oleh perawat dan dokter nenek tersebut dinyatakan harus dirawat, dan harus diinfus sebagai jalur pemberian obat dan cairan. setelah mempersiapkan alat saya dan teman saya akan melakukan pemasangan infus kemudian kami melakukan izin tindakan (informed consent) kepada nenek tersebut dan terjadi percakapan:
saya : Nek berdasarkan pemeriksaan nenek harus dirawat ya nek, maka dari itu nenek harus di pasang infus.
nenek : silahkan saja nak, tapi sesungguhnya saya sudah bosan dirawat sudah hampir 20 x saya dirawat bahkan lebih dengan penyakit ini nak.
saya : ini tindakan terbaik nek. nenek harus dirawat semoga nenek cepat sembuh ya nek amin.
setelah dilkukan pemasangan infus dan pengambilan sampel darah ternyata darah nenek tidak keluar karena nenek mengalami dehidrasi terpaksa harus di ambil ulang memakai jarum suntik lain dan berhasil.
Kemudian sampel darah yang akan dikirim diberi label nama dan register untuk memastikan sampel benar saya konfirmasi ulang nama pasien (nenek)
saya : nama nenek siapa?
nenek : nama saya maria (nama disamarkan) saya dulu kristen nak dan sekarang masuk islam.
saya : gimana ceritanya nenek bisa masuk islam? (saya mulai tertarik).
nenek : saya dulunya penganut kristen yang taat nak tapi setelah umur senja seperti saat ini allah berkehendak lain memberikan hidayah-Nya kepada saya lewat suara adzan, kebetulan didepan rumah saya ada masjid setiap saya mendengar suara adzan saya merasa merinding, gemetar hati saya kemudian saya bertanya kepada menantu saya yang seorang ustadz saya menyatakan ingin masuk islam, menantu saya dengan senang hati menerima permintaan saya kemudian saya mengucapkan syahadat dimasjid depan rumah saya, alhamdulillah hati saya jadi bertambah tenang.
saya : Alhamdulillah nek. semoga nenek tetap teguh menerima hidayah allah ini nek amin..berapa orang anak nenek?
nenek : 13 orang nak. 11 orang ikut nenek masuk islam yang 2 orang tetap dengan agama kristen..
saya : Alhamdulillah nek. allahuakbar. berapa umur nenek sekarang nek?
nenek : 82 tahun nak..
sesungguhnya allah akan memberikan hidayah-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dalam keadaan apapun dengan berbagai cara. tidak ada paksaan memasuki islam hanya Allahlah memiliki hak memberi hidayah. semoga kita tetap memegang erat jalan yang lurus ini amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar